Perjuangan untuk Kesadaran & Kesadaran umtuk Perjuangan

TULISAN & DISKUSI

TAUBAT

Menurut lughot atau bahasa, taubat berarti kembali. Sedangkan menurut syara’, taubat adalah kembali dari perbuatan yang tercela menuju hal-hal yang terpuji. Jika melihat pendapat para ‘Ulama tentang definisi taubat, maka pendapat mereka berbeda-beda. Tergantung dari sisi mana mengartikan taubat dan dalam kondisi bagaimana jiwa orang bertaubat.

Al-Junaid bin Muhammad ditanya tentang bertaubat, maka ia menjawab “Taubat ialah melupakan (tidak mengulangi) perbuatan dosa.

Menurut Syeh Sahal, bertaubat adalah selalu ingat perbuatan dosa. Maksudnya, kita harus senantiasa membersihkan hati dari bisikan-bisikan (krenteg), angen-angen dan pengaruh pada perbuatan dosa.

Rowaym berkata ; “Taubat ialah hendaknya kita tidak mengulangi perbuatan-perbuatan dosa sebagaimana dikatakan oleh Robi’ah Al-Adawiyah : “saya meminta ampun kepada Alloh dari sedikitnya perbuatan yang benar dariku”.

Ketika seseorang bertanya tentang taubat yang sebenarnya dan taubat yang diterima Alloh Subhaanahu wata’alaa, Al Husain Al-Maghofili menjawab : “taubat yang sebenarnya hendaknya kita takut kepada Alloh karena Dia sangat dekat dengan kita”.

Dzun-nun berkata : “taubatnya orang dari perbuatan yang lain, yaitu hendaknya meninggalkan mengingat sesuatu selaih Alloh, menurut Ajaran Wahidiyah taubat karna nafsu (linnafsi binnafsi).

Ibrahim Ad-Dagag berkata : “taubat adalah selalu menghadap kepada Alloh dan tidak sekali-kali berpaling dari pada-NYA”.

Definisi yang terakhir ini adalah hanya orang ‘arif Billah yang mampu melakukannya di samping para Nabi Alloh, hal ini sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Al-Hikam :

“Orang ‘arif itu lahir (jasadnya) ada di tengah-tengah kita, tapi batinnya ada di hadapan Alloh, selalu menghadap kepada Alloh.

Ayat-ayat yang berhubungan taubat sangat banyak dalam Al-Qur-an. Antara lain, dalam surat Ali Imron 135-136 :

“Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka. Dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain dari Alloh. Dan mereka tidak melakukan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui, mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungi-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya dan itu sebaik-baik orang yang beramal”.

Ayat di atas turun mengenai seorang pedagang kurma yang telah mencium pada seorang perempuan yang masuk tokonya membeli kurma. Ayat ini berlaku secara umum bagi semua orang yang berbuat dosa berat sebagaimana zina dan dosa yang ringan. Sedangakn hadits yang berhubungan dengan taubat diantaranya adalah sebagai berikut :

“Barang siapa bertaubat kepada Alloh sebelum ia nazak (sekarat) maka Alloh akan menerima taubatnya”.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim diceritakan oleh Buroidah Rodliyalloohu ‘anhu, bahwa sahabat Mu’iz Bin Malik Al Aslami datang kepada Rosuululloh Shollalloohu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata : “Yaa Rosuulalloh, saya telah berbuat dholim pada diriku. Aku telah berbuat zina, dan aku mengharapkan engkau mensucikanku”.

Akan tetapi Rosululloh menolak Mu’iz, kemudian pada hari berikutnya Mu’iz datang kembali kepada Rosuululloh Shollalloohu ‘alaihi wa sallam dan berkata “Yaa Rosuulalloh, aku telah berbuat zina”. Rosuululloh menolak untuk yang kedua kali.

Kemudian Rosuululloh Shollalloohu ‘alaihi wa sallam mengirimkan Mu’iz kepada kaumnya. Beliau bersabda “Apakah kalian mengetahui keberesan akalnya ? ataukah mereka mengingkari sesuatu darinya ?”.

Mereka menjawab “Kami tidak mengetahuinya kecuali dengan akal kami, bahwa dia menurut kami termasuk orang-orang yang sholeh”. Selanjutnya Mu’iz mendatangi Rosuululloh untuk yang ke tiga kalinya, Rosuululloh kembali mengirimkan Mu’iz pada kaumnya tentang dia, kemudian orang-orang dari kaumnya memberitahu bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan pada Mu’iz dan akalnya.

Pada kedatangan Mu’iz yang ke empat kalinya, Rosuululloh memerintahkan supaya menggali lubang untuk meranjam Mu’iz, maka diramjamlan Mu’iz.

Shahabat Buraidah kemudian berkata bahwa kemudian datanglah seorang dari suku Ghowidy, dia berkata “Yaa Rosuulalloh, akau telah berbuat zina. Maka sucikanlah aku”. Rosuululloh menolak perempuan tersebut.

Hari berikutnya perempuan itu kembali kepada Rosuululloh, dia bertanya “Kenapa Engkau menolakku yaa Rosuulalloh ?, apakah engkau menolakku sebagaimana yang engkau perbuat terhadap Mu’iz ? Demi Alloh sesungguhnya aku hamil yaa Rosuulalloh”.

Rosuululloh bersabda “Ah, tidak begitu maksudku ! pergilah dahulu sehingga engkau melahirkan”. Shahabat Buraidah berkata bahwa setelah perempuan itu melahirkan, dia datang menghadap Rosuululloh dengan membawa anaknya dalam gendongannya, perempuan itu berkata “Ini aku telah melahirkannya”. Rosuululloh bersabda “Pergilah dahulu ! susullah hingga ia menyapihnya”, kemudian setelah perempuan telah sampai saatnya diapun datang kepada Rosuulalloh dengan membawa anaknya yang memegang roti di tangannya”. Rosuululloh lalu menyerahkan anak tersebut kepada seorang kaum muslimin yang hadir. Kemudian Rosuululloh memerintahkan untuk menggali tanah untuk perempuan tersebut sampai sebatas dadanya. Dan orang-orang tersebut untuk meranjamnya.

Ketika Kholid bin Walid datang, lalu Kholid melempar batu ke arah kepala perempuan tersebut , darahpun memercik kepada Kholid. Lalu Kholid mengumpat perempuan tersebut.

Tatkala Rosuululloh mendengan caci-maiki Kholid pada perempuan tersebut, Beliau berkata “Tenanglah wahai Kholid, sesungguhnya demi dzat yang jiwaku ada pada kekuasaan-Nya, dia telah bertaubat dengan taubat yang taubatnya tidak dapat dibandingi oleh taubatnya orang-orang yang telah melemparinya”. Kemudian Rosuululloh mensholati perempuan tersebut dan lalu menguburnya.

Dan dalam riwayat lain Umar berkata : “Yaa Rosuulalloh, kamu telah meranjamnya lalu mensholatinya”. Beliaupun bersabda :”Dia sudah bertaubat yang taubatnya jika dibandingkan dengan penduduk Madinah maka meratalah taubatnya dengan taubat yang jika taubatnya dibagikan penduduk kota Madinah maka meratalah taubatnya. Dan apakah engkau menemukan sesuatu yang lebih utama dari Alloh ‘Azza wa Jalla telah memperindah jiwa perempuan tersebut ?”. (HR. Abdurrozaq).

Diceritakan oleh Imam Abi Nash Assamarqondi bahwa Hasan Al Bishri pada waktu mudanya seorang yang berparas elok, selalu berpakaian bagus.

Pada suatu ketika ia bersantai keliling kota, ia berpesan pada seorang perempuan yang cantik parasnya dan elok bentuk tubuhnya. Karena tertarik oleh wajah ayu dan badan ramping si wanita, Hasan Bishri mengikuti dari belakang. Setiba di rumah, ditegorlah ia oleh wanita tersebut “Tidakkah engkau malu pada Tuhan yang mengetahui isi hati orang dan lirikan matanya ?”.

Hasan Bishri menjawab :”Aku tidak dapat menahan diri, aku sangat tertarik kedua matamu”.

Hasan Bishri mengira bahwa wanita telah menyukainya, ia duduk di serambi muka. Tidak lama kemudian keluar seorang hamba sahaya dari dalam rumah membawa piring yang tertutup oleh sapu tangan. Piring itu dihidangkan pada Hasan Bishri sambil berkata :”Tuanku putri berkata, ia tidak ingin menyimpan mata yang menyimpan fitnah”.

Maka terperanjatlah Hasan Bishri kita menyingkap sapu tangannya di atas piring, di situ terdapat kedua mata wanita, bergetarlah seluruh tubuh Hasan Bishri, seraya menangis menuju rumah wanita tersebut untuk meminta maaf dan menyatakan taubatnya. Tetapi setiba di depan pintu, ia diberi tahu bahwa wanita itu telah meninggal dunia dan orang-orang sedang repot mengurus jenazahnya.

Tiga hari berturut-turut Hasan Bishri menangis dan meratapi nasib menyesalkan tingkah laku yang mengakibatkan peristiwa menyedihkan tersebut.

Tiga hari setelah wafatnya wanita tersebut Hasan Bishri bermimpi seakan-akan wanita itu telah berada dalam surga dan memberi ampun padanya serta membebaskan tuntutan atas perbuatannya yang telah dilakukan Hasan Bishri.

Dalam mimpi itu si Hasan Bishri dinasehati oleh si wanita tersebut “Jika-kamu menyendiri ingatlah berdzikir kepada Alloh di waktu pagi dan senja beristighfarlah dan bertaubatlah kepada Alloh”.

Hasan Bisri akhirnya menjadi orang yang sholeh tekun beribadah dan taat pada Alloh, sehinga ia terkenal orang zahid dan wali yang disegani dan dihormati (Jawahirul Bukhori).

Ahli hikmah berkata : Barang siapa berdo’a tidak akan luput dari ijabah, barang siapa beristighfar tidak akan luput dari pengampunan barang siapa bersyukur tidak akan luput dari penambahan ni’mat, dan barang siapa bertaubat tidak akan luput dari qobul (penerimaan tauabat dari Alloh).

Dalam hal ini Abu Hasyim As Sufi bercerita, ketika dia berdo’a di atas kapal dalam perjalanan ke Basroh bersama-sama dengan seorang pria yang disertai seorang wanita (hamba sahaya). Dia diajak oleh pria tersebut untuk makan-makan dan minum-minum karena dianggap sebagai seorang yang miskin.

Suatu ketika sehabis makan si pria minum khomer dan menyuruh hambanya memegang gambus dan menyanyi. Sambil mendengarkan nyanyian si wanita, si pria berpaling pada Abu hasyim dan berkata : “Aku dapat melakukan lebih baih darinya”. Lalu Abu Hasyim membaca : “Aku berlindung kepada Alloh dari godaan syetan yang terkutuk. Apabila matahari digulung dan apabila bintang-bintang dan dijatuhkan dan apabila gunung-gunung dihancurkan”.

Mendengar Abu Hasyim membaca ayat tersebut, si pria menangis dan ketika bacaan واذاالصحف نسرت “Dan apabila catatan-catatan amal di buka”. Si pria membanting gambusnya dan membuang minuman dan makanan yang ada di depannya. Kemudian ia membebaskan hamba sahayanya lalau dia berkata “Apakah Alloh lan menerima taubatku ?”.

Abu Hasyim menjawab dengan firman Alloh yang berbunyi :

ان الله يحب التوابين ويحب المتطهرين

Sejak itu keduanya berkawan selama 40 tahun sampai si pria meninggal dunia dan dia masuk surga menurut penglihatan Abu Hasyim dalam mimpinya ketika si pria ditanya apa sebab ia dapat masuk surga ?, si pria menjawab : “Karena pembacaan surat Al Kautsar untukku”. (Al-Mau’idah). Demikian langkah taubat, karena taubat adalah langkah awal untuk menuju mardlotillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: